Minggu, 23 Desember 2012

MAKALAH TENTANG AGAMA DAN MANUSIA.

KATA PENGANTAR

Puji syukur senantiasa kami ucapkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa. karena atas  segala rahmat, petunjuk, dan karunia-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini untuk memenuhi tugas Pendidikan dan Agama (PAI). Makalah ini dapat digunakan sebagai wahan untuk menambah pengetahuan, sebagai teman belajar, dan sebagai referensi tambahan dalam belajar Materi Manusia dan Agama. Makalah ini dibuat sedemikian rupa agar pembaca dapat dengan mudah mempelajari dan memahami tentang materi agama dan manusia secara lebih lanjut. Makalah ini juga dilengkapi dengan gambar-gambar sehingga pembaca tidak bosan.
Ucapan terima kasih kami ucapkan kepada semua yang telah membantu dalam mempersiapkan, melaksanakan, dan menyelesaikan penulisan makalah ini. Segala upaya telah dilakukan untuk menyempurnakan makalah ini, namun tidak mustahil apabila dalam makalah ini masih banyak terdapat kekurangan dan kesalahan. Oleh karena itu, kami mengharapkan kritik dan saran yang dapat dijadikan masukan dalam penyempurnaan makalah ini.
Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi kita semua untuk menambah pengetahuan dan wawasan tentang Agama dan Manusia, Aamiin.

Lubuklinggau, 03 Oktober 2012                                                                                              
Penyusun 


Kelompok III            .

i

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR……………………………………..............................…………..i
DAFTAR ISI ……………………………………..……....................……...........………ii
BAB I PENDAHULUAN
                                                                                                       
A.  Latar Belakang Masalah…………………....………..................................………1
B.  Rumusan Masalah……………………………………...............................……….1
C.  Tujuan Penulisan Makalah……………………….……...............................………2
D.  Manfaat Penulisan Makalah…………………….……...............................………..2
BAB II PEMBAHASAN
A.  Landasan Teori…………………………………………..............................…….3
B.  Pembahasan…………………………………………….............................……..5
BAB III PENUTUP
A.  Kesimpulan…………………………………………...........................………..10
B.  Saran………………………………………………..........................…………10
 REFERENSI


ii

BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang Masalah
Manusia, dan Agama merupakan masalah yang sangat penting , karena mempunyai pengaruh besar dalam pembinaan generasi yang akan datang, yang tetap beriman kepada Allah dan tetap berpegang pada nila-nilai spiritual yang sesuai dengan agama-agama samawi (agama yang datang dari langit atau agama wahyu).
Agama merupakan sarana yang menjamin kelapangan dada dalam individu dan menumbuhkan ketenangan hati pemeluknya. Agama akan memelihara manusia dari penyimpangan, kesalahan dan menjauhkannya dari tingkah laku yang negatif. Bahkan agama akan membuat hati manusia menjadi jernih halus dan suci. Di samping itu, agama juga merupakan benteng pertahanan bagi generasi muda muslim dalam menghadapi berbagai aliran sesat.
Agama juga mempunyai peranan penting dalam pembinaan akidah dan akhlak dan juga merupakan jalan untuk membina pribadi dan masyarakat yang individu-individunya terikat oleh rasa persaudaraan, cinta kasih dan tolong menolong.
Islam dengan berbagai ketentuannya dapat menjamin bagi orang yang melaksanakan hukum-hukumnya akan mencapai tujuan yang tinggi, apabila nilai-nilai agama telah terinternalisasi dalam diri seseorang maka dia akan mampu mengembangkan dirinya sebagai manusia yang bertaqwa, yang salah satu karakteristiknya adalah mampu mengendalikan diri (self contor) dari pemuasan hawa nafsu yang tidak sesuai dengan ajaran agama.

B.     Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah di atas, kami merumuskan masalah sebagai berikut.
1.        Apa Hubungan agama dengan manusia?
2.        Mengapa manusia perlu memeluk agama ?
3.        Mengapa islam merupakan agama yang sesuai dengan fitrah kemanusiaan ?
4.        Bagaimana islam sebagai agama yang lurus ?


1

C.    Tujuan Penulisan Makalah
Sejalan dengan rumusan masalah di atas, makalah ini disusun dengan tujuan untuk :
1.        Untuk mengetahui Hubungan agama dengan manusia?
2.        Menjelaskan sebab-sebab manusia perlu memeluk agama
3.        Menguraikan mengapa Islam merupakan agama yang sesuai dengan fitrah kemanusiaan
4.        Mendeskripsikan Islam sebagai agama yang lurus

D.      Manfaat Penulisan makalah
Makalah ini disusun dengan harapan memberikan manfaat kepada pembaca tentang Manusia dan Agama. Semoga kita dapat meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada sang pencipta yaitu Allah SWT aamiin.

2

 
BAB II
PEMBAHASAAN
A.      Landasan Teori
1.        Pengertian Manusia
Manusia atau orang dapat diartikan berbeda-beda menurut biologis, rohani  dan istilah kebudayaan, atau secara campuran. Secara biologis, manusia diklasifikasikan sebagai Homo sapiens (Bahasa Latin untuk manusia), sebuah spesies primata dari golongan mamalia yang dilengkapi otak berkemampuan tinggi. Dalam hal kerohanian, mereka dijelaskan menggunakan konsep jiwa yang bervariasi di mana, dalam agama, dimengerti dalam hubungannya dengan kekuatan ketuhanan atau makhluk hidup.
Menurut  agama Islam itu sendiri, manusia adalah makhluk ciptaan Allah yang paling mulia di antara makhluk ciptaan-Nya yang lain, yang dipercaya untuk menjadi khalifah di muka bumi. Dalam Al-qur’an, ada tiga kata yang digunakan untuk menunjukan kepada manusia. Kata yang digunakan adalah basyar, insan atau nas dan bani Adam.
Kata basyar diambil dari kata yang berarti  `penampakan sesuatu dengan baik dan indah’. Dari kata basyarah yang artinya `kulit’. Jadi, manusia disebut denagn basyar karena kulitnya tampak jelas dan berbeda dengan kulit binatang. Manusia secara bahasa disebut juga insan yang dalam bahasa arabnya, yang berasal dari kata nasiya yang berarti lupa dan jika dilihat dari kata dasar al-uns yang berarti jinak. Kata insan dipakai untuk menyebut manusia, karena manusia memiliki sifat lupa dan jinak artinya manusia selalu menyesuaikan diri dengan keadaan yang baru disekitarnya.

2.        Pengertian Agama
Agama menurut bahasa sansekerta, agama berarti tidak kacau (a = tidak gama = kacau) dengan kata lain, agama merupakan tuntunan hidup yang dapat membebaskan manusia dari kekacauan. Didunia barat terdapat suatu istilah umum untuk pengertian agama ini, yaitu : religi, religie, religion, yang berarti melakukan suatu perbuatan dengan penuh penderitaan atau mati-matian, perbuatan ini berupa usaha atau sejenis peribadatan yang dilakukan berulang-ulang.

3


Agama menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah sistem yang mengatur tata keimanan (kepercayaan) dan peribadatan kepada Tuhan Yang Mahakuasa serta tata kaidah yang berhubungan dengan pergaulan manusia dan manusia serta lingkungannya.
Istilah lain bagi agama ini yang berasal dari bahasa arab, yaitu addiin yang berarti : hukum, perhitungan, kerajaan, kekuasaan, tuntutan, keputusan dan pembalasan. Kesemuanya itu memberikan gambaran bahwa  “addiin” merupakan pengabdian dan penyerahan, mutlak dari seorang hamba kepada Tuhan penciptanya dengan upacara dan tingkah laku tertentu, sebagai manifestasi ketaatan tersebut (Moh. Syafaat, 1965).
Dan secara umum, Agama adalah suatu sistem ajaran tentang Tuhan, di mana penganut-penganutnya melakukan tindakan-tindakan ritual, moral atau sosial atas dasar aturan-aturan-Nya. Oleh karena itu suatu agama mencakup aspek-aspek sebagai berikut :
a.         Aspek kredial, yaitu ajaran tentang doktrin-doktrin ketuhanan yang harus diyakini.
b.        Aspek ritual, yaitu tentang tata cara berhubungan dengan Tuhan, untuk minta perlindungan dan pertolongan-Nya atau untuk menunjukkan kesetiaan dan penghambaan.
c.         Aspek moral, yaitu ajaran tentang aturan berperilaku dan bertindak yang benar dan baik bagi individu dalam kehidupan.
d.        Aspek sosial, yaitu ajaran tentang aturan hidup bermasyarakat.
Asal-usul terbentuk dan berkembangnya suatu agama dapat dikategorikan ke dalam tiga jenis, yaitu :
a.         Agama yang muncul dan berkembang dari perkembangan budaya suatu masyarakat disebut dengan Agama Budaya atau Agama Bumi (dalam bahasa Arab disebut Ardli), seperti Hindu, Shinto, atau agama-agama primitif dan tradisional.
b.         Agama yang disampaikan oleh orang-orang yang mengaku mendapat wahyu dari Tuhan disebut agama wahyu atau agama langit (dalam bahasa Arab langit disebut samawi), seperti Yahudi, Nasrani dan Islam.
c.         Agama yang berkembang dari pemikiran seorang filosof besar. Dia memiliki pemikiran-pemikiran yang mengaggumkan tentang konsep-konsep kehidupan sehingga banyak orang yang mengikuti pandangan hidupnya dan kemudian melembaga sehingga menjadi kepercayaan dan ideologi bersama suatu masyarakat. Agama semacam ini dinamakan sebagai agama filsafat, seperti Konfusianisme (Konghucu), Taoisme, Zoroaster atau Budha.
4

3.    Pengertian Islam
Islam secara etimologis (lughawy) berasal dari tiga akar kata salam yang artinya damai atau kedamaian, salamah yang artinya keselamatan, aslama yang artinya berserah diri atau tunduk patuh. Sementara agama Islam dapat di definisikan sebagai suatu sistem ajaran ketuhanan yang berasal dari Allah swt, yang diturunkan kepada ummat manusia dengan wahyu melalui perantaraan Nabi Muhammad saw. Sebagai pedoman hidup manusia di dunia yang berisi peraturan perintah dan larangan agar manusia memperoleh kebahagaian di dunia dan di akhirat kelak.

B.       Pembahasan
      1.      Hubungan Agama Dan Manusia
            Kondisi umat islam dewasa ini semakin diperparah dengan merebaknya fenomena kehidupan                   yang dapat menumbuhkembangkan sikap dan prilaku yang a moral atau degradasi   nilai-nilai     
          keimanannya. Fenomena yang cukup berpengaruh itu adalah :
         1. Tayangan media televisi tentang cerita yang bersifat tahayul atau kemusrikan,  dan film-film yang      
             berbau porno.
         2. Majalah atau tabloid yang covernya menampilkan para model yang mengubar aurat.
         3. Krisis ketauladanan dari para pemimpin, karena tidak sedikit dari mereka itu justru berprilaku yang
             menyimpang dari nilai-nilai agama.
         4. Krisis silaturahmi antara umat islam, mereka masih cenderung mengedepankan kepentingan       
            kelompoknya (partai atau organisasi) masing-masing.
            Sosok pribadi orang islam seperti di atas sudah barang tentu tidak menguntungkan bagi umat itu  
           sendiri, terutama bagi kemulaian agama islam sebagai agama yang mulia dan tidak ada yang lebih
           mulia di atasnya. Kondisi umat islam seperti inilah yang akan menghambat kenajuan umat islam dan
           bahkan dapat memporakporandakan ikatan ukuwah umat islam itu sendiri.
  
          Agar umat islam bisa bangkit menjadi umat yang mampu menwujudkan misi “Rahmatan lil’alamin”
          maka seyogyanya mereka memiliki pemahaman secara utuh (Khafah) tentang islam itu sendiri umat
          islam tidak hanya memiliki kekuatan dalam bidang imtaq (iman dan takwa) tetapi juga dalam bidang
          iptek (ilmu dan teknologi). Mereka diharapkan mampu mengintegrasikan antara pengamalan ibadah
         ritual dengan makna esensial ibadah itu sendiri yang dimanifestasikan dalam kehidupan sehari-hari,
         seperti : pengendalian diri, sabar, amanah, jujur, sikap altruis, sikap toleran dan saling menghormatai
        tidak suka menyakiti atau menghujat orang lain. Dapat juga dikatakan bahwa umat islam harus mampu
        menyatu padukan antara mila-nilai ibadah mahdlah (hablumminallah) dengan ibadah ghair mahdlah
        (hablumminannas) dalam rangka membangun

5

   2.      “Baldatun thaibatun warabun ghafur” Negara yang subur makmur dan penuh pengampunan Allah SWT.
   3.        Sebab-sebab manusia perlu memeluk agama
Manusia perlu memelukan agama  sebab disamping manusia memiliki berbagai kesempurnaan, manusia juga memiliki kekurangan. Hal ini antara lain digunakan oleh kata Al-Nafs menurut Quraish Shihab. Bahwa dalam pandangan Al-Qur’an Nafs diciptakan Allah dalam keadaan sempurna yang berfungsi menampung serta mendorong manusia berbuat kebaikan dan keburukan, dan karena itu sisi dalam manusia inilah yang oleh Al-Qur’an dianjurkan untuk diberi perhatian lebih besar. Sebagaimana firman Allah swt. Yang berbunyi:
ﺎﻫﻭﻗﺗﻮﺎﻫﺮﻮﺠﻓ ﺎﻬﻣﻬﻟﺎﻓ    ﺎﻫﻭﺴﺎﻣﻮ ﺲﻓﻧﻮ
Artinya : “Demi nafs serta demi penyempurna ciptaan, Allah mengilhamkan kepadanya  kefasikan dan ketaqwaan”.(QS.Al-Syams : 78)

Faktor lain yang menyebabkan manusia memerlukan agama adalah karena manusia dalam kehidupannya senantiasa menghadapi berbagai tantangan, baik yang datang dari luar maupun yang datang dari dalam. Tantangan dari dalam berupa dorongan hawa nafsu dan bisikan setan. Sedangkan yang datang dari luar dapat berupa rekayasa dan upaya-upaya yang dilakukan manusia yang secara sengaja berupa ingin memalingkan manusia dari Tuhan. Mereka dengan rela mengeluarka biaya, tenaga dan fikiran yang dimanifestasikan dalam berbagai bentuk kebudayaan yang didalamnya mengandung misi menjauhkan manusia dari Tuhan.
Allah berfirman dalam Al-Qr’an Surat Al-Anfal : 36
Yang artinya : “sesungguhya orang-orang yang kafir itu menafkahkan harta mereka untuk menghalangi (orang) dari jalan Allah”.(QS.Al-Anfal:36)

Orang-orang kafir itu sengaja mengeluarkan biaya  yang tidak sedikit untuk mereka gunakan agar orang-orang mengikuti keinginannya. Barbagai bentuk budaya, hiburan, obat-obat terlarang dan lain sebaginya dibuat dengan sengaja. Untuk itu, upaya membatasi dan membentengi manusia adalah dengan mengajar mereka agar taat menjalankan agama.

6
Godaan dan tantangan hidup demikian itu, saat ini meningkat, sehingga uapaya
mengagamakan masyarakat menjadi penting.

4.        Islam sebagai agama yang sesuai dengan fitrah kemanusian
Islam adalah suatu sistem ajaran ketuhanan yang berasal dari Allah SWT, diturunkan kepada ummat manusia dengan wahyu melalui perantaraan Nabi Muhammad saw. Sebagai agama yang datang dari Tuhan yang menciptakan manusia sudah tentu ajaran Islam akan selaras dengan fitrah kejadian manusia. Fitrah dalam arti pembawaan asal manusia secara umum sejak kelahiran (bahkan sejak awal penciptaan) dengan segala karakteristiknya yang masih bersifat potensial atau masih berupa kekuatan tersembunyi yang masih perlu dikembangkan dan diarahkan oleh ikhtiar manusia baik fitrah yang berkaitan dengan dimensi fisik atau nonfisik, yaitu akal, nafsu , perasaan dan kesadaran (qalb) dan ruh.
Kenyataan bahwa manusia memiliki fitrah keagamaan tersebut buat pertama kali ditegaskan dalam ajaran Islam. Yakni bahwa agama adalah kebutuhan fitrah manusia sebelumnya. Manusia belum mengenal kenyataaan ini. Baru masa ini, muncul beberapa orang yang menyerukan dan mempopulerkannya dalam keagamaan yang ada dalam diri manusia inilah yang melatarbelakangi perlunya manusia memeluk agama. Sebagaimana firman Allah yang berbunyi :
ﺎﻬﻳﻠﻋﺲﺎﻧﻟﺍﺮﻄﻓﻰﺗﻟﺍﻪﻟﻟﺍﺓﺭﻄﻓﺎﻳﻧﺣﻦﻳﺪﻠﻠﻚﻬﺠﻭﻢﻗﺄﻓ
Artinya : “Hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama Allah, tetaplah atas fitrah Allah yang telah menciptakan manusia sesuai dngan fitrah itu”. (QS.Ar-Rum : 30).

Adanya potensi fitrah agama yang terdapat pada manusia tersebut dapat pula dianalisis melalui istilah Ihsan yang digunakan Al-Qur’an untuk menunjukan manusia. Mengacu kepada informasi yang diberikan Al-Qur’an, Musa Asy’ari sampai pada suatu kesimpulan, bahwa manusia Ihsan adalah manusia yang menerima pelajaran dari tuhan tentang apa yang tidak diketahuinya. Melalui uraian tersebut diatas dapat kita simpulkan bahwa dalam diri manusia sudah terdapat potensi untuk beragama. Potensi beragama ini memerlukan pembinaan, pengarahan, dan seterusnya dengan mengenal agama kepadanya.
Dengan arahan ajaran Islam, fitrah kemanusiaan akan membawa manusia ke arah kebaikan dan keselamatan baik bagi dirinya maupun bagi orang lain.

7
5.        Islam Sebagai Agama yang Lurus
Islam merupakan agama yang lurus karena islam sebagai hidayah (petunjuk) dalam kehidupan umat manusia sebagai mana firman Allah dalam surat Al-Baqarah : 38)
Nanti akan Aku berikan kepadamu petunjuk (dalam menempuh kehidupan). Barang siapa yang mengikuti petunjuk-Ku tersebut, niscaya mereka tidak akan ditimpa rasa khawatir dan takut (dalam kehidupan) dan tidak akan bersedih hati”. (Q.S Al-Baqarah : 38).
a.        Hidayah Allah untuk manusia
Hidayah secara istilah Islam berarti ‘Petunjuk yang diberikan oleh Allah pada makhluk hidup agar mereka sanggup menghadapi tantangan kehidupan dan menemukan solusi (pemecahan) ‘bagi persoalan hidup yang dihadapinya’. Oleh karena itu hidayah merupakan alat bantu yang diberikan oleh Allah kepada makhluk hidup untuk mempermudah menjalani kehidupannya.
Ada 4 tingkat hidayah yang diberikan oleh Allah swt. kepada manusia, yaitu :
1)        Hidayah ghariziyah (bersifat instinktif), yaitu petunjuk untuk kehidupan yang diberikan oleh Allah swt. bersamaan dengan kelahiran berupa kemampuan untuk menghadapi kehidupan, sehingga sanggup untuk bertahapan hidup (fungsi survival).
2)        Hidayah hissiyyah (bersifat indrawi), yaitu petunjuk berupa  kemampuan indera dalam menangkap citra lingkungan hidup, sehingga ia dapat menentukan lingkungan mana yang sesuai dengannya sehingga menemukan kenyamanan dalam menjalani kehidupan secara fisikal (fungsi adaptif).
3)        Hidayah aqliyyah (bersifat intelektual), yaitu petunjuk yang diberikan oleh Allah swt. berupa kemampuan berfikir dan menalar, yaitu mengolah segala informasi yang ditangkap melalui indera. Dengan kemampuan ini manusia memiliki kemampuan mengembangkan ilmu pengetahuan sehingga dapat memanipulasi dan merekayasa lingkungan untuk menciptakan kemudahan, kesejahteraan dan kenyamanan hidupnya (fungsi developmental atau pengembangan hidup).
4)        Hidayah diniyyah (berupa ajaran agama), yaitu petunjuk yang diberikan Allah swt. Kepada manusia berupa ajaran-ajaran praktis untuk diterapkan dalam meniti kehidupan secara individual dan menata kehidupan secara komunal, bersama-sama orang lain, sehingga manusia mendapatkan kebahagiaan dan kenikmatan hakiki dan ketenangan batin dalam menjalani kehidupannya.
8
Hidayah ketiga dan keempat ini hanya diberikan kepada umat manusia dengan kedua jenis hidayah inilah manusia berbeda dengan makhluk hidup lainnya. Dengan hidayah aqliyyah (kemampuan intelektual), manusia menjadi berbeda secara signifikan bila dibandingkan dengan binatang (demikian juga dengan jin dan malaikat). Dan dengan hidayah diniyyah (petunjuk agama), manusia dapat meningkatkan spiritualitasnya dan mencapai ketingkat yang lebih tinggi dari malaikat sekalipun.
b.        ISLAM, Satu-satunya hidayah diniyyah
Untuk membimbing manusia dalam meniti dan menata kehidupan, Allah menurunkan agamanya sebagai pedoman yang harus dijadikan referensi dalam menetapkan setiap keputusan, dengan jaminan ia akan terbebas dari segala kebingungan dan kesesatan.
Firman Allah yang terjemahannya :
Nanti akan Aku berikan kepadamu petunjuk (dalam menempuh kehidupan). Barang siapa yang mengikuti petunjuk-Ku tersebut, niscaya mereka tidak akan ditimpa rasa khawatir dan takut (dalam kehidupan) dan tidak akan bersedih hati”. (Q.S Al-Baqarah : 38).
Dan Allah swt. Menegaskan bahwa satu-satunya hidayah yang benar yang Ia ridhoi itu adalah agama islam.
“Sesungguhnya agama disisi Allah hanyalah ISLAM”.                                                                  “Pada hari ini Aku lengkapkan bagimu agamamu dan Aku sempurnakan nikmat-Ku kepada mu. Dan Aku ridhoi Islam sebagai agamamu”. Agama islam, dapat berperan dan berfungsi bagi manusia yang dapat dikembangkan oleh   setiap individu, sebagai berikut :
1.        Pemberi makna bagi perbuatan manusia.
2.        Alat kontrol bagi perasaan dan emosi.
3.        Pengendali bagi hawa nafsu yang terus berkembang.
4.        Pemberi reinforcement (dotongan penguat) terhadap kecenderungan berbuat baik pada manusia.
5.        Penyeimbang bagi kondisi psikis yang berkembang.


9
BAB III
PENUTUP
A.      KESIMPULAN
Agama menurut bahasa sangsakerta, agama berarti tidak kacau (a = tidak gama = kacau) dengan kata lain, agama merupakan tuntunan hidup yang dapat membebaskan manusia dari kekacauan. Sehingga dapat disimpulkan bahwa agama sangat diperlukan oleh manusia sebagai pegangan hidup sehingga ilmu dapat menjadi lebih bermakna, yang dalam hal ini adalah Islam. Akhlak yang terpuji sangat penting dimiliki oleh setiap masyarakat sebab maju mumdurnya suatu bangsa atau Negara amat tergantung kepada akhlak tersebut. Agama Islam adalah agama yang selalu mendorong manusia untuk mempergunakan akalnya memahami ayat-ayat kauniyah (Sunnatullah) yang terbentang di alam semesta dan ayat-ayat qur’aniyah yang terdapat dalam Al-Qur’an, menyeimbangkan antara dunia dan akherat. Dengan ilmu kehidupan manusia akan bermutu, dengan agama kehidupan manusia akan lebih bermakna, dengan ilmu dan agama kehidupan manusia akan sempurna dan bahagia.

B.       SARAN
Pendidikan adalah salah satu tujuan pokok manusia karena itu sebagai calon pendidik marilah kita mengamalkan tujuan pendidikan islam secara ikhlas baik lewat pendidikan formalKita sebagai manusia hendaknya berpegang teguh pada nilai-nilai keagamaan sehingga kita bias mendapat dan mencapai keridhaan Allah SWT.


10

REFERENSI
Tim Dosen Pendidikan Agama Islam UPI, 2009, Islam Tuntunan dan Pedoman Hidup, Value Press, Bandung
Hasan, Ali H.M. Agama Islam. Jakarta: Direktorat Jendral Pembinaan Kelambagaan Agama Islam. 1994/1995.
Website :
http://filsafat.kompasiana.com/2012/05/10/manusia-dan-agama/
http: www.anakciremai.com/2012/06/10/manusia-dan-agama/
http://agushidayatwrote.wordpress.com/2012/07/10/mengapa-man/

11

Tidak ada komentar: